Its just a start…!

February 18th, 2008 by cfemilia

Then I know…Its just a Start !

Mulai dari mana ya..?

Mungkin itu pertanyaan yg sering Aku ajukan kala di minta utk membuat jurnal, cerita, puisi atau hal semacamnya…Aku pun mulai menekan satu per satu tuts-tus pada keyboard ku…

Kata demi kata hingga beberapa kalimat.. Setelah menjadi kalimat, di baca ulang..dan ah,..rasanya kurang menjelaskan apa yg aku rasa…

Deleted..

Kemudian mulai lagi dengan perenungan dan imajinasi yg lain…hingga tak terasa, jari jemari mulai membingkai kata dan mengisi halaman kosong di depan ku..hingga bingkai kata tersebut menjadi satu buah paragraph..aku pun pulai menelaahnya kembali.. Di baca,..di bayangkan…rasanya…Aaah,..teryata kalimat yg aku pilih terlalu mellow utk ukuran perempuan jaman sekarang…

Deleted

Hmm….peluh mulai keluar seiring dengan naik turunnya adrenalinku.. AKu tidak mampu menulis.

Sementara di lorong hati ada yg berkata..

“Sudahlah..kamu

kan

memang bukan penulis,.apa yg kamu bayangkan pun hanya bayangan yg belum tentu ada orang yg membayangkannya juga..Sia-sia saja.

Pergilah tidur…liat…betapa nikmatnya tidur di tas kasur latex yg empuk, di tutupi dengan selimut wool yg membungkusmu dengan hangat…Sudahlah pergi tidur,..dengan tulisanmu, kau hanya buang-buang waktu saja”.

Tapi sisi lain ku pun berkata…

“Semua

oran

gmengalami hal ini, jadi jgn terlalu cepat menyerah..

Semua impian dan bayangan mu pun memang hanya bayangan yg mungkin orang-2 akan terhibur dan ikut menikmati khayalan mu…cobalah lagi…tenangkan hati,..mulailah dengan apa yg kau ingin tuang

kan

…lenggak lenggokkan jemari mu di atas-2 tuts-2 keyboard itu…hingga biarlah bingkaian kata yg keluar menjadi sebuah khayalan yg kau bagi bersama orang lain…”

Upppsss….

Sessat kemudian, saya tersadar…dan aku pun mulai perlahan…

Kata demi kata…hingga rasanya seluruh apa yg ada di kepala ingin membuncah keluar hingga terisilah bingkai-bingkai itu menjadi sebuah cerita yg ingin aku bagi bersama..

Then I know…Its just a start…!

Nama & Doa

October 29th, 2007 by cfemilia

Aku namakan engkau Muhammad Al Fateh,

Karena Bunda berharap, agar engkau menjadi seorang pemimpin.. Memimpin adik-2mu, mempimpin keluargamu dan masyarakatmu Namun yang terpenting engkau mampu memimpin dirimu sendiri..

===============

Kunamakan engkau Fathiyah Kamila Karena kedatanganmu membawa suatu kemenangan bagi Bunda..Kemenangan saat Bunda mempertaruhakan nyawa, hingga akhirnya Engkau ada..

Ku namakan engkau Fathiyah Kamila,. Agar Kemenangan selalu berpihak padamu Agar kasih sayang dan rahmatNya selalu tercurah ke atasmu.. Karena kebaikan sejati berlaku bila di sertai dengan ridhoNya.. Hingga bila kebaikan dan kemenangan berlaku padamu, jadikan Kemenangan itu kemenangan yg sempurna..

=========

Aku namakan engkau Muhammad Ghazi Karena Bunda mengharap hadirnya seorang pejuang Seorang pejuang yang membawa Tuhan, Rasulullah dan Guru Mursyidnya..kemanapun dia pergi

========

Ya Allah, Kau berikan 3 cahaya mata yang menerangi hidupku..

Aku berikan nama sesuai harapan dan doaku

Namun di atas segala itu.. Jadikan mereka cahaya mata yang shaleh dan shalehah hingga pada akhirnya.. mereka semua dapat menjadi pintu syurgaku…

Amin

Dedicated to Fateh-Fathiyah ‘n Fathan

End of October, 2007

Love, Bunda

“Bunda tak Pandai…Nak”

October 24th, 2007 by cfemilia

Satu hari…

Bunda pun tertunduk, diam,..saat betapa banyak yg Bunda tak bisa jawab dari segala pertanyaanmu..Dalam diam, bunda berkata,”Bunda tak pandai Nak..”

Bunda tak pandai menguraikan betapa penyayangNya Ia pada kita…

dan pada seluruh makhluknya

Bunda juga tak pandai menceritakan betapa

KuasaNya

Ia

terhadap kita

Dan Betapa Maha Lembutnya Ia mendidik hambanya…

Bunda tak paham, bagaimana Ia menjadikan kita semua bersaudara

Bunda pun tak mengerti bagaimana Ia menyatukan Bunda dan Ayah,

Hingga kini kita menjadi satu keluarga..

Hingga kini, Bunda engkaau sadarkan bahwa, Bunda hanyalah seorang Hamba..

Seorang hamba yg harus bersifat hamba…

Sekarang….Bunda pun terhenyak..

Kala tanggungjawab Bunda dan Ayah mendidikmu makin menjadi kenyataan..

Bunda takut Nak,..

Takut tak dapat menjadikanmu seorang khalifah Nya ..

KhalifahNya yang berhati Hamba dan berwatak Pejuang..

Bunda makin tertunduk kala sadar, bahwa Bunda tak pandai..mendidikmu

Di atas segala kelemahan dan ketidakmampuan diri,

Bunda panjatkan doa :

Ya Allah, Engkau telah  titipkan cahaya-cahaya mata sebagai penghibur diriku…

Saat ini, seorang Bunda hanya mampu membesarkan mereka dengan segala kelemahan diri..

Ku titipkan kembali mereka padaMu Ya Allah..

Engkau sebagai sebaik-baik pendidik dan penjaga..

Hingga jadikan mereka sebagai khalifah-khalifahMu yang berjaya..

Amin

dedicated to my lovely children,
Fateh-Fathiyah-Fathan

Karena Cinta tak Selalu Berwujud ‘Bunga”

January 16th, 2007 by cfemilia

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami

dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya

bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,

saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya

mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta

berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang

anak yang menginginkan permen.

Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda

dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan

ketidakmampuannya

dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah

mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya

kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.

"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya

inginkan"

Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak

seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat

mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah

pikiranmu?".

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,

"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam

hati saya, saya akan merubah pikiran saya:

Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing

gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan

mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya

besok."

Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar

kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu

hangat yang bertuliskan….

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan

saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk

membacanya.

"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di

PC-nya

dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2

saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah,

dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan

membukakan pintu untukmu ketika pulang.".

"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat

baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa

Memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."

"Kamu selalu pegal-2 pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya,

dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi

‘aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah

atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku

alami."

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk

kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua

nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti

ubanmu."

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai,

menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2

bunga

yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati.

Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi

kematianku."

"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari

saya mencintaimu."

"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku,

mataku, tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari

tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi

kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya.

Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk

tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang

sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan

barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu.

Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu

dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti

kesukaanku.

Kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih

dari dia mencintaiku.

Di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur

hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan

cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah

hadir dalam

wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan

kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.

Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".

Set a Name!

December 19th, 2006 by cfemilia

1st thing to do to create ur blog is set a name.. Suddenly, "BUNDA" comes over my mind,..then I start to spell this words.. Yup, it works for me..DEAL! I come up with this words, and put it as a Name of My Blog!!

The reason why it works for me :

1. I’d loooove my son when he says this words..even he’s not saying "BUNDA" perfectly, its all right, hope someday (maybe 2 or 3 weeks more) He would be able to say it nicely..;)

2. "BUNDA" reminds me of sosok seorang perempuan yg berkepribadian tanpa mengesampingkan fitrahnya sebagai perempuan, yaitu menjadi seorang "BUNDA" yang bukan hanya menjadi "BUNDA" bagai anak-2nya,..tapi juga bagi diri, teman n lingkungannya..

3. "BUNDA" ..inspires me much.

;) see you on another BUNDA story..